Jumat, 27 Mei 2011

BENTUK SEDIAAN OBAT

A. MACAM BSO PADAT:

1. Serbuk atau powder (Pulvis& pulveres)

• Pengertian :
Campuran kering bahan obat yang dihaluskan, untuk pemakaianoral/pemakaian luar.

• Macam –macam serbuk:
a) Serbuk terbagi
b) Serbuk tak terbagi
i. Serbuk oral tidak terbagi
ii. Pulveres adspersorium(serbuk tabur)
iii. Powder for injection (serbuk injeksi)
• Cara penggunaan
i. Dilarutkan/disuspensikan dalam aquadest
ii. Pulvisad spersorius ditaburkan
iii. Serbuk injeksi, dilarutkan atau disuspensikan dalam aqua pro injeksi pelarut yang sesuai/tersedia

2. Granul(Granualatau Dry granule)

• Pengertian:
Sediaan bentuk padat, berupa partikel serbuk dengan diameter 2-4 ┬Ám denganatautanpa vehikulum.

• Macam-macam granul:
a) Bulk granules
b) Divided granules

• Cara penggunaan:
Sebelum diminum, dilarutkan/disuspensikan dulu dalam air /pelarut yang sesuai dengan volume tertentu, menurut petunjuk dalam brosur yang disediakan.
3. Tablet (compressi)
• Pengertian:
Sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.
• Macam-macam tablet:

1) Berdasar teknik pembuatan:
a) Tablet cetak
b) Tablet kempa

2) Berdasarkan penggunaan:
a) Bolus
b) Tablet triturate
c) Tablet hipodermik
d) Tablet bukal
e) Tablet sublingual
f) Tablet efervesen (tablet buih)
g) Tablet kunyah (chewable tablet)
h) Tablet Hisap (Lozenges)
1. Lokal
2. Sistemik

3) Tablet berdasarkan formulasi
a) release, delayed release, sustained release, sustained action, prolonged action, prolonged release, timeTablet Salut Gula (Tsg) (Dragee, Sugar Coated Tablet)
b) Tablet SalutFilm (Tsf) (Film Coated Tablet, Fct)
c) Tablet Salut Enterik(Enteric Coated Tablet)
d) SediaanRetard (Sustained Released, Form Prolonged Action, Form Timesapan, Spanful)
Macam-macamsediaanretard, yaitu controlled release, extended release, slow release, extended action
4) Tablet berdasarkan bentuknya
a) Bulat pipih
b) Silindris
• Cara penggunaan
Secara umum ditelan utuh kecuali tablet dengan penggunaan khusus seperti tablet hisap

4. kapsul(capsulae)
• pengertian:
Sediaan padat terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin; tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai.
• Macam-macam:
a) Kapsul cangkang keras(Hard capsule)
b) Kapsul cangkang lunak(Soft capsule)

B. MACAM BSO CAIR

1. solutiones(larutan)
2. suspensiones(suspensi)
3. emulsa(emulsi).

• BSO cair oral:
a) Potiones(obatminum)
b) Elixir
c) Sirup
d) Guttae(drop)

• BSO cair topikal:
a) Collyrium(kolirium)
b) Guttaeophthalmicae(tetes mata)
c) Gargarisma(Gargle)
d) Mouthwash
e) Guttaenasales(tetes hidung)
f) Guttaeauricularis(tetes telinga)
g) Irigationes(Irigasi)
h) Inhalatoines
i) Epithema
j) Lotion
k) Linimentum(Liniment)
Keuntungan liniment dibandingkan dengan salep adalah:
1. Lebih mudah dicuci dari kulit
2. Penetrasi lebih baik dari sediaan salep.

• BSO cair rectal/vaginal:
a) Lavament/Clysma/Enema
Selain untuk membersihkan,enema juga berfungsi sebagai karminativa, emollient, diagnostik, sedatif, antelmintik, dan lain-lain.
b) Douche

• BSO cair injeksi
• Pengertian:Sediaan steril berupa larutan,emulsi atau suspense atau serbuk yang harus dilarutkan atau dilarutkan terlebih dahulu sebelum digunakan secara parenteral, disuntikkan dengan cara menembus atau merobek jaringan ke dalam atau melalui kulit atau selaput lendir.
• Syarat utama :
Obat harus steril dan disimpan dalam wadah yang menjamin sterilitas.
• Keuntungan injeksi:
i. Onset cepat.
ii. Efek dapat diramalkan dengan pasti.
iii. Bioavailabilitas sempurna atau hamper sempurna.
iv. Kerusakan obat dalam GE dihindarkan.
v. Dapat diberikan pada penderita sakit keras atau koma.
• Kerugian injeksi:
i. Nyeri saat pemberian, bila sering diberikan.
ii. Efek psikologis bagi yang takut disuntik.
iii. Kekeliruan obat atau dosis tidak dapat diperbaiki.
iv. Obat hanya diberikan oleh tenaga ahli tertentu.


• Keuntungan BSO cair
a) Cocok untuk penderita yang sukar menelan
b) Absorpsi lebih cepat dibandingkan sediaan oral lain.
c) Homogenitas lebih terjamin.
d) Dosis/takaran dapat disesuaikan
e) Dosis lebih seragam
f) Cocok untuk obat yang mengiritasi mukosa lambung atau dirusak cairan lambung

• Kerugian BSO cair
a) Tidak untuk obat yang tidak stabil dalam air obat pahit/baunya tidak enak sukar ditutupi.
b) Sediaan tidak praktis dibawa
c) Takaran obat tidak dalam dosis terbagi kesediaan dosis tunggal, dan harus menggunakan alat khusus.
d) Air merupakanmedia pertumbuhan bakteri dan merupakan katalis reaksi.
e) Pemberian obat menggunakan alat khusus/orang khusus(sediaan parenteral).

C. MACAM BSO SETENGAH PADAT

• CREMORES (KRIM)
- Mengandung satu/ > bahan obat berbentuk
- emulsi minyak dalam air atau dispersimikro Kristal asam-asam lemak atau alcohol berantai panjang dalam air.
- Mudahdibersihkan

• JELLY (GEL)
- Jernih & tembus cahaya yang mengandung zat-zat aktif dalam keadaan terlarut lebih encer dari salep, mengandung sedikit/tidak lilin,
- Digunakan pada membrane mukosa dan untuk tujuan pelican atau sebagai basis bahan obat,dan umumnya adalah campuran sederhana dari minyak dan lemak dengan titik leleh rendah.
- Dapat dicuci karena mengandung mucilago,
- gum atau bahan pensuspensi sebagai basis.

• PASTAE (PASTA)
- Mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal.
- Konsistensi lebih kenyal dari unguentum.
- Tidak memberikan rasa berminyak seperti unguentum.
- Mengandung bahan serbuk(padat) antara 40 % -50 %
Beberapakeuntunganbentuksediaanpasta:
a. Mengikat cairan secret lebih baik dari unguentum
b. lebih melekat pada kulit

• UNGUENTA (SALEP)
- Untuk pemakaian topical pada kulit atau selaput lendir.
- Bahan obat larut/terdispersi homogeny dalam dasar salep yang cocok.
• Keuntungan sediaan setengah padat dibandingkan sediaan cair:
i. Dapat diatur daya penetrasi dengan memodifikasi basisnya.
ii. Kontak sediaan dengan kulit lebih lama.
iii. Lebih sedikit mengandung air sehingga sulit tumbuh bakteri.
iv. Lebih mudah digunakan tanpa alat bantu.

Factor pemilihan BSO:
I. FAKTOR BAHAN OBAT
Sifat fisiko-kimia bahan obat:
1. Bahan obat higroskopis Natrii Bromidum dalam bentuk solutio
2. Bahan obat tidak larut air diberikan dalam bentuk padat tidak dalam sediaan cair kecuali yang digunakan bentuk lainnya misalnya bentuk ester pada klomfenikol yang sifat larut air.
3. Bahan obat dirusak oleh getah lambung maka diberikan dalam bentuk injeksi Contoh: Penicillin G
4. Bahan obat yang tidak diabsorbsi bila diberikan melalui oral maka obat akan diberikan melalui injeksi atau topical Contoh: Gentamisin

Hubungan aktivitas/struktur kimiaobat(SAR)
Contoh:
1. Derivat barbiturate Thiopental (ultra-short-acting) diberikan bentuk injeksi
2. Derivat barbiturate Fenobarbital(long acting)diberikan melalui oral dalam bentuk tablet, kapsul dan puyer

Sifat farmakokinetik bahan obat
Obat yang mengalami“first pass effect”pada hati kurang efektif bila diberikan melalui oral misalnya nitrogliserin dan isosorbiddinitrat maka diberikan tablet sublingual

Bentuksediaanyang paling stabil
Contoh vitamin C tidak stabil dalam bentuk cairan maka pilihannya adalah bentuk padat yang sifatnya lebih stabil

Hubungan aktivitas/struktur kimiaobat(SAR)
Contoh:
1. Derivat barbiturate Thiopental (ultra-short-acting)diberikanbentukinjeksi
2. Derivat barbiturate Fenobarbital(long acting) diberikan melalui oral dalam bentuk tablet, kapsul dan puyer

Sifat farmakokinetik bahan obat
- Obat yang mengalami“first pass effect”pada hatikurang efektif bila diberikan melalui oral misalnya nitrogliserin dan isosorbiddinitrat maka diberikan tablet sublingual

Bentuk sediaan yang paling stabil
- Contoh vitamin C tidak stabil dalam bentuk cairan maka pilihannya adalah bentuk padat yang sifatnya lebih stabil.

II. FAKTOR PENDERITA:
1. Umurpenderita
a. Anak-anak
b. Dewasa
c. Geriatrik

2. Lokasi/bagiantubuhdimanaobatharusbekerja
a. Efek lokal: bentuk sediaan yang dipilih adalah solutio, mixtura, unguentum, krim, pasta. Harus dibeda, mixtura, unguentum, krim, pasta. Harus dibedakan apakah obat digunakan untuk kulit biasa atau kulit yang berambut.
b. Penyerapan atau penetrasi obat melalui kulit: bentuk sediaan injeksi, linimentum, unguentum, krim dengan vehikulum tertentu
c. Efek sistemik: bentuk sediaan injeksi,bentuk sediaan cair atau padat yang diberikan per oral atau rektal. Penggunaan oral lebih mudah digunakan bagi penderita Daripada cara rektal

3. Kecepatan atau lama kerja obat yang dikehendaki:
- Obat bentuk injeksi lebih cepat diabsorpsi daripada bentuk sediaan per oral atau per rectal. Contoh: kecepatan penyerapan aminofillin dari berbagai bentuk sediaan injeksi> solutio> pulveres> kapsul
- Obat sustained release (kapsul atau tablet) bekerja lebih lama daripada tablet atau kapsul biasa; pemberian obat cukup satu atau dua kali dalam sehari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar